STT Telkom: mempersiapkan Sumber Daya Manusia untuk menghadapi Resolusi Industri 4.0

Globalisasi di dunia, semakin menuju ke arah percepatan revolusi industri. Teknologi yang semakin canggih, membuat semua sektor pembangunan melakukan transformasi ke arah teknologi digitalisasi. Dan tidak mau ketinggalan, sejak tahun 2011, Indonesia pun terus berupaya untuk menuju revolusi ke era Industri 4.0. Untuk itu, sektor industri nasional perlu banyak pembenahan, terutama dalam aspek penguasaan teknologi yang menjadi kunci penentu daya saing di era Industri 4.0, dengan fokus utama pada peningkatan Sumber Daya Manusia.


Sumber: Pasukan Blogger JA


Seiring dengan perkembangan tersebut, Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Bandung yang beralamatkan di Jalan Soekarno Hatta No.378 Bandung, memiliki perhatian dan andil yang cukup besar dalam menjembatani para akademisi dan mahasiswa di Indonesia dengan menyelenggarakan Seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika (SELISIK 2018), mengenai "Bagaimana Mempersiapkan SDM dalam menghadapi Industri 4.0.", yang bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (APTIKOM) Jawa Barat, Indonesian Computer Elektronics and Instrumentation Support Society (IndoCEISS), NERIS, dan didukung oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia seperti STMIK AMIKOM Purwokerto, AMIKOM Cipta Darma Surakarta, STMIK Atma Luhur Pangkal Pinang, STIKOM BALI, STIKOM Banyuwangi, STMIK Bumigora Mataram-NTB, STMIK PalComTech, Politeknik PalComTech, dan MIKROSKIL.


Sumber: Pasukan Blogger JA


Acara nasional yang diadakan di Convention Hall, Hotel Harris Festival Citylink Bandung ini, dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian tradisional oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Tari Rampak Kendang dan Angklung STT Bandung. Kemudian Ibu Harya Gusdevi S.Kom., M.Kom. selaku Ketua Panitia SELISIK 2018 memberikan laporan acara SELISIK 2018. Disusul dengan sambutan dari Ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Naseer, S.Kom., MT.

Pada sambutannya,  Bapak M. Naseer, Ketua STT Bandung, mengatakan bahwa Perguruan Tinggi saat ini ditantang untuk bisa menerjemahkan roadmap Making Indonesia 4.0 yang telah dibuat pemerintah. Akan tetapi,  kunci keberhasilannya tetap pada hubungan yang harmonis dalam siklus yang berkesinambungan antara pemerintah, pelaku industri, para akademisi dan mahasiswa,  serta masyarakat luas.  Sehingga Making Indonesia 4.0 tidak berhenti hanya pada konsep saja.  Melainkan perlu adanya perubahan mindset dan action dari semua lapisan masyarakat.

Berlanjut pada sambutan Ketua APTIKOM Jabar yang saat itu diwakili oleh Wakil Ketua APTIKOM, yang dilanjutkan dengan penandatanganan MoU IndoCEISS dan NERIS dengan Perguruan Tinggi yang tergabung di IndoCEISS dan NERIS sebagai wujud kerja sama. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Kompetisi SELISIK 2018, siraman rohani oleh Prof. Dr. Ing. Iping Supriana Suwardi dan doa bersama.


Sumber: Pasukan Blogger JA


Pada sesi pembahasan materi dari pembicara pertama, yaitu Bapak Ir. Priyantono Rudito, M.Bus., Ph.D., yang menjabat sebagai Tenaga Ahli Kementrian Pariwisata Bidang Manajemen Strategis. Dengan tema "Menyiapkan Sumber Daya Manusia Untuk Menghadapi Industri 4.0 dengan Mengembangkan Digital Mastery". Beliau menyampaikan bahwa ada 3 hal yang perlu dipersiapkan, yaitu 3C: Context yang meliputi: 1. Acelerated Digitalisation,  dimana era digital yang kita hadapi, terjadi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.  Ada 6 hal yang menyebabkan hal itu,  Hal ini ditandai dengan munculnya internet,  broadband access,  open source, social media, smart gadget, dan applications. Contoh nyata: hadirnya Google, Facebook, titipan kilat,  platform GoJek,  data Medical Check-up (diagnosa) online, Drone-brella (payung tanpa dipegang), petani di luar negeri sudah tidak memakai cangkul tetapi memakai smartphone,  dll.   2. Disruption,  dimana era digital akan merubah cara hidup  dan menjadi pembiasaan baru di masyarakat. Dengan 3 cara berpikir secara linier, eksponensial dan progresif. Sehingga dengan demikian dalam menawarkan produk, yang ditawarkan adalah value  atau nilai yang tak dapat ditolak oleh customer.  Contoh nyata: taksi dan penumpang pada platform GoJek dimudahkan dengan adanya aplikasi online yang mempertemukan mereka.  3. Transformation,  dimana transformasi digital itu multi dimensi, tetapi dimensi intinya adalah Sumber Daya Manusia. Concept yang meliputi: 1. Mengelola SDM dengan paradigma baru,  yaitu teknologi digital dalam  era revolusi industri. 2. Terus mengembangkan kemampuan SDM.  3. Kuadran 9 spirit dan kolaborasi kepemimpinan dari beberapa generasi di era digital. Content, yang meliputi: Kompetensi yang diperlukan adalah kemampuan untuk memahami Context bisnis yang terjadi di ekosistem Industrinya dimana saat ini tengah terjadi ”pertempuran”  model bisnis dengan menggunakan cara berpikir (way of thinking)  Linear / Incremental vs Eksponensial.


Sumber: Pasukan Blogger JA


Pembicara sesi kedua adalah Prof. Dr. Suyanto, MM, Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta. Beliau membawakan materi mengenai "Human Capital Development in Industrial 4.0: AMIKOM University Experience". Bapak Profesor mengemukakan bahwa, yang disebut dengan Sumber Daya Manusia,  adalah profesional, pengusaha, ilmuwan dan seniman.  Dan di era digital ini,  kita dituntut untuk serba bisa atau multi-tasking, berpikir panjang atau paralel-thinking, mengaplikasikan ke berbagai media atau multi media,  dan banyak memiliki keahlian atau multi resources. Menjadi manusia pembelajar dan terus menciptakan inovasi-inovasi baru. Karena hal ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik dan optimal,  agar tidak ketinggalan zaman.  Beliau membagikan kisah dan pengalamannya from-zero-to-hero, dimana sekarang karyanya bisa dinikmati tidak hanya di Indonesia,  tetapi sudah merambah ke luar negeri,  bahkan hingga ke Jepang dan Amerika.  Pemutaran film animasi Ajisaka, menjadi penutup yang fantastis dan cukup memukau seluruh peserta seminar hari ini. Karya anak bangsa yang menjadi proyek besar hasil kerja sama dengan Jepang,  menjadi satu kebanggaan bagi kita semua. (NH).



#MakingIndonesia4.0
#Selisik2018
#STTBandung


With ❤
Novi Herdiani

18 komentar:

  1. Kalimat yg lucu kemaren bikin soto sekarang pake HP 20menit beres hehe awalnya ga mudeng ternyata itu teknologi gojek😆

    BalasHapus
  2. Tugas kita berarti ya Mba sebagai orangtua mempersiapkan anak-anak kita memasuki revolusi industri 4.0 ini

    BalasHapus
  3. Kita harus terus belajar dan berinovasi spy tdk ketinggalan zaman.

    BalasHapus
  4. Mempersiapkan diri untuk menghadapi industri 4.0 agar tidak terpinggirkan.

    BalasHapus
  5. menciptakan generasi berkualitas dimulai dari keluarga dan salah satu caranya adalah mempersiapkan diri sendiri. Yuk jadi emak pelaku revolusi industri 4.0 yang cerdas.

    BalasHapus
  6. Musti bersiap diri mengahdapi era industri terkini. Mari siapkan generasi penerus bangsa agar lebih mumpuni, dimulai dari anak-anak kita sendiri :)

    BalasHapus
  7. Iya sih, sekarang apa-apa bisa mudah menggunakan aplikasi. Kita yang harus pintar-pintar menyesuaikan diri supaya tidak tertinggal.

    BalasHapus
  8. Kita memasuki zaman yang memaksa orangtua berubah cara pandang. melihat segala hal lebih "luas" dengan optimisme yang lebih besar.

    BalasHapus
  9. Siap mba, seminar keren gini emang harus sering2 dilaksanakan ya biar kita juga semakin maju dan bisa bersaing di industri 4.0 ini

    BalasHapus
  10. Memang benar ya mba, kita harus terus belajar untuk menghadapi masa depan. Acaranya keren ya

    BalasHapus
  11. Materi Seminarnya mantep banget niy. Cocok buat anak muda biar semakin “melek” dengan tantangan di depan sana.

    BalasHapus
  12. Saya tuh dibuat takjub banget ngikutin seminarnya kemarin.

    BalasHapus
  13. Sempat baca materi seminarnya kemarin, keren banget memang.

    BalasHapus
  14. Apa yang anak-anak sering ucapkan seringkali bikin saya komentar, "Apaan sih? Itu nggak mungkin."
    Tapi dengan perkembangan teknologi, siapa yang tahu celotehan mereka menjadi nyata.

    BalasHapus
  15. Harus up to dead dengan ilmu baru agar jadi manusia yg berdaya jual. Minimal enggak tertinggal dari kemajuan teknologi ya mbak.

    BalasHapus
  16. Saya salut dengan Prof. Dr. Suyanto, MM, beliau bisa membimbing mahasiswanya menjadi pebisnis. Mereka masih muda tetapi sudah memiliki penghasilan yang besar.

    BalasHapus
  17. Mantap dan berdaging materinya..Moga-moga SDM generasi now siap mnghadapi revolusi industri 4.0...Aamiin

    BalasHapus
  18. Materinya bermanfaat sekali ya mbak. Harusnya acara ini ada di Malang juga. Pas bangeet untuk para mahasiswa dan ibu ibu kayak saya. Biar makin melek informasi

    BalasHapus

Halaman