Ketika Kata-Kata Menemukan Jalannya Pulang


AKAR DAN CAHAYA

Novi Herdiani


Di bawah langit penuh cerita,
manusia berjalan membawa tanya,
tentang arti tumbuh yang sesungguhnya,
di antara riuh dunia maya.

Wajah-wajah bersinar oleh cahaya,
dipoles citra dan puja,
namun hati sering bertanya,
“Di mana tempat bagi jiwa?”

Di zaman yang serba segera,
kita diajak berlomba tanpa jeda,
mengejar angka demi angka,
seolah nilai diri setara dengan data.

Padahal… akar tak tumbuh karena sorak manusia,
ia menguat dalam sunyi alam tanahnya,
menembus gelap dengan seksama,
mencari makna tanpa kamera.

Akar adalah sabar yang menjaga,
ketekunan yang tanpa tepuk dan puja,
jatuh bangun yang tak banyak bicara,
namun kokoh menopang raga.

Dan cahaya… bukan sekadar gemerlap fana,
bukan sorot lampu sementara,
melainkan nurani yang menyala,
menerangi langkah di kala hampa.

Pengembangan diri adalah perjalanan jiwa,
mengakar dalam kesadaran rasa,
lalu menjulang menuju cahaya,
tanpa kehilangan arah dan asa.

Biarlah dunia berlari dengan ritmenya,
biarlah algoritma menentukan cerita,
asal kita tetap menjaga...

AKAR YANG KUAT, DAN CAHAYA YANG SETIA 






---


Refleksi

Ada masa ketika menulis terasa seperti berbicara dengan sunyi. Tidak selalu ramai tepuk tangan, tidak selalu mendapat tempat, bahkan kadang dipenuhi ragu pada diri sendiri. Namun hari ini, saya percaya bahwa setiap kata yang pernah dituliskan dengan tulus tidak pernah benar-benar hilang.

Meraih Juara 2 dalam FGC Achievement Fest 2026 menjadi salah satu perjalanan yang mengingatkan saya bahwa proses tidak pernah mengkhianati langkah. Ini bukan hanya tentang sebuah kemenangan, melainkan tentang doa-doa yang diam-diam terus dirawat, tentang malam panjang bersama ide dan rasa, serta tentang keberanian untuk tetap bersuara di tengah keraguan.

Saya percaya, karya lahir bukan hanya dari kemampuan merangkai kata, tetapi juga dari pengalaman hidup. Tentang jatuh dan bangkit, kehilangan dan harapan, serta usaha memahami diri sendiri. Dari sanalah puisi menemukan nyawanya.

Terima kasih kepada Sang Pencipta yang selalu memberi kekuatan dalam setiap proses. Terima kasih juga kepada Frasa Global Competition yang telah menjadi ruang bagi para penulis dan kreator untuk tumbuh, belajar dan mempertemukan banyak jiwa yang mencipta karya.

Yang paling menghangatkan adalah perjalanan ini tidak ditempuh sendirian. Ada teman-teman seperjuangan yang saling mendukung dalam diam, saling menyebut nama dalam doa dan saling percaya bahwa setiap langkah layak diperjuangkan. Kami datang dari cerita yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh satu hal yang sama: keberanian untuk mencipta dan terus berkarya.

Kemenangan ini menjadi pengingat bahwa sekecil apa pun langkah yang diambil hari ini, suatu saat akan menemukan panggungnya sendiri. Tidak perlu terburu-buru, karena setiap perjalanan memiliki waktunya masing-masing.

Dan untuk diri saya sendiri, terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Karena ternyata, bertahan pun adalah bentuk keberanian. 🤍

---





Penulis,
-jendelawarnadunia-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar